Ingin Pergi Ke Jepang ? Yuk, Kenali Tradisi Berikut Ini

Banyaknya keberagaman budaya di setiap dunia, pastinya memiliki adat istiadat, tradisi, serta peraturan hukum daerah yang berbeda dari setiap daerah yang ada di Indonesia. Benua Asia, Benua Eropa atau pun yang lainnya pasti memiliki suatu ciri khas tersendiri saat kita berkunjung ke wilayah yang ada di negara tersebut. Salah satunya, negara Jepang yang memiliki keunikan pada kebudayaannya.

Perbedaan yang terjadi selain kebudayaannya, di setiap negara juga memiliki perbedaan pada ke strukturan negaranya, pemerintahaanya serta aturan saat kita berkunjung ke negara tersebut. Sebelum kalian berkunjung ke Jepang, kalian bisa mengetahui dasar-dasar dari kebudayaan yang ada pada link alternatif sbobet negara jepang tersebut. Yuk simak hal-hal berikut ini.

Kebudayaan Jepang Yang Banyak Serta Unik

Banyaknya kebudayaan yang ada pada negara jepang, menjadi sumber utama bagi parawisatawan atau turis yang datang kesana ingin sekali mengenal kebudayaan yang berada di sana. Berikut ini, hal-hal unik yang ada pada kebudayaan jepang, yang haus kalian ketahui sebelum berdestinasi ke negara tersebut :

Tradisi Ikebana

Jika kalian sedang berkunjung ke negara jepang, kalian nantinya akan di suguhi dengan kegiatan merangkai bunga yang di sebut dengan IKEBANA. Kenapa di jepang terkenal dengan bunga sakuranya ? dikarenakan, jepang selalu mengistimewakan yang namanyan “ Bunga “ yang tiap harinya mereka akan meletakan satu bunga terangkai yang di letakan di altar utama. Karena bunga itu indah dan alami, orang Jepang mempercayai bahwa bunga itu tempat suci di mana tuhan bersemayam di dalamnya.

Tradisi Tako

Di Indonesia, Tako ini sama dengan “Layang-Layang” dimana pada saat merayakan tradisi tersebut, orang-orang di sana akan berkumpul di tanah lapang lus dan bersama-sama mnerbangkan layang-layang tersebut. Tapi, tidak selalu kalian bisa menumi hal ini ya guys. Hal ini di adakan memang pada saat festival Tako itu di adakan.

Tradisi Geisha

Penyanyi jepang, atau juga geisha ini sudah cukup sangat terkenal di berbagai daerah. Geisha ini muncul di abad ke 18, namun makin kesini geisha sudah turun popularitasnya. Masih ada beberapa restoran, kapal-kapal penyewaan untuk sekedar mengelilingi kota jepang memberikan fasilitas geisha ini untuk sekedar hiburan semata.

Tradisi Matsuri

Mungkin yang satu ini gak asing buat kalian ya guys. Dimana festival ini akan di selenggarakan pada musim panas. Yang dimana festival ini masih bersangku paut pada festival kuil Shinto dan Budha. Dimana dalam festival ini lebih terfokuskan kepada acara bersembahyang bersama dan berdoa bersama-sama.

Tradisi Origami

Di Indonesia sendiri, kertas origami ini dijadikan sebagai metode pembelajaran di bidang Kesenian dan Juga Kebudayaan untuk mengembangkan suatu kreatifitas daripada murid-murid yang ada di sekolahan tersebut. Origami ini juga di gunakan oleh orang-orang jepang untuk, mengembangkan daya pikir anak-anak yang ada di sana dengan membuat gambar melalui beberapa potong kertas origami yang tersedia dengan berbagai macam warna yang ada.

Tradisi atau Olahraga Sumo

Pastinya, kalian faham sekali dengan tradisi yang satu ini. dimana tradisi ini bisa di sebut juga sebagai olahraga pergulatan antara dua orang yang memiliki badan super jumbo. Biasanya ini disajikan sebagai salah satu pertunjukan kebudayaan yang masih aktif hingga saat ini. dimana nantinya, ketika ada salah seorang yang keluar dari cincin arena, maka pegulat sumo tersebut di nyatakan kalah dari pegulat sumo yang lainnya.

Tradisi Dalam Upacara Minum Teh

Dalam tradisi yang satu ini, upacara minum teh atau Chad merupakan salah satu tradisi yang dimana kita dalam melihat kepribadiannya dari cara menuang teh tersebut. Hal ini bertujuan untuk mencerminkan tujuan hidup, cara berfikir hingga dalam beragama. Jika gelas yang di tuangkan tadi sudah habis, sebaiknya kalian menuangkan terlebih dahulu ke pada tamu agar telihat lebih sopan.

Tradisi Memakai Kimono

Pakaian adat jepang yang bernama kimono ini merupakan pakaian pada zaman dahulu. Kimono untuk saat ini di gunakan untuk acara-acara khusus. Dalam festival atau juga dalam hal penting lainnya. Kimono ini dapat di pakai baik untuk pria dan wanita, yang tak luput di barengi dengan sandal bakiaknya yang terbuat dari kayu.

Inilah beberapa kebudayaan yang harus kalian ketahui sebelum kalian berdistinasi ke negara Jepang. Di karenakan peraturannya yang berbeda, kalian harus juga mematuhi peraturan yang ada di wilayah tersebut ya guys.

Tradisi Unik, Si Leher Panjang

Pernahkah kalian mendengar, mengenai leher panjang ? dimana leher tersebut di lilit oleh benda seperti tembaga berwarna gold yang memutari leher pada setiap wanita yang ada di daerah Tibet, Thailand dan Myanmar. Tradisi unik ini masih di lakukan oleh salah satu suku pada negara tersebut. Jika kalian ingin melihat suku tersebut, kalian bisa langsung datang ke Thailand bagian Utara atau bisa kalian kunjungi Baan Tong Luang, Chiang Rai.

Suku yang nantinya kalian cari tersebut bernama Suku Karen. Suku ini bukan merupakan suku asli yang terdapat di Thailand, melainkan asli dari dataran tinggi Tibet sana. Dimana suku tersebut berpindah ke Myanmar di daerah Karen State yang memang berbatasan langsung dengan Thailand. Jika kalian ingin tahu lebih lanjut, yuk cari tahu beberapa hal yang terdapat pada Suku Karen Si Leher Panjang ini.

Asal Suku Karen

Suku karen banyak menempati wilayah di bagian Utara Thailand, dimana kenyataanya suku Karen ini bukanlah suku asli dari negara tersebut. Suku yang aslinya dari dataran tinggi Tibet ini memiliki beberapa Etnis, yaitu : Etnis Pwo Karen, Skaw Karen, Serta Bwe Karen. Kurang lebih, 150.000 orang dari suku Karen memilih untuk tinggal atau menetap di Thailand setelah adanya konflik dengan pemerintah setempat.

Fakta-Fakta Suku Karen

Banyaknya konflik dan juga tatacara adat istiadat yang berbeda, membuat suku ini memiliki keunikan tersendiri di pandangan negara lain. Berikut ini ada beberapa fakta yang akan kita berikan kepada kalian semua.

Bedanya Kesejahteraan Yang Ada

Suku Karen yang bertempat Tinggal Di Thailand memiliki kesejahteraan yang sangat di perhatikan sekali oleh pemerintah setempat. Sedangkan suku Karen yang bertempat tinggal di wilayah myanmar mendapatkan perilaku buruk dari pemerintahannya. Banyaknya Rezim Militer di daerah Myanmar sana, melakukan penindasan pada kelompok-kelompok minoritas yang ada di sana. Kurang lebih 2000 suku karen telah desa asal mereka. Hal ini di sebabkan oleh adanya penembakan mati dari sebagaian dari mereka, serta menghancurkan rumah-rumah yang ada pada suku Karen.

Setiap Wanita Pasti Berleher Panjang

Ini merupakan fakta sekaligus juga keunikan tersendiri yang dimiliki oleh suku Karen yang sudah banyak di ketahui oleh orang-oraang yang ada di sebagian dunia ini. keharusan setiap wanita untuk memanjangkan lehernya merupakan sudah tradisi yang di lakukan secara turun temurun oleh suku Karen tersebut. Memanjangkan leher ini pun cukup unik, karena setiap wanita di lehernya harus di pasangkan tumpukan tembaga atau kawat yang terbuat dari bahan kuningan ( gold ).

Dalam hal ini, tumpukan-tumpukan kawat atau tembaga ini juga harus di lilitkan pada bagian tubuh lainnya seperti Tangan dan juga Kaki. Berat pada tumpukan tersebut bisa mencapai 5kg ( di leher ), sedangkan pada tumpukan yang lainnya adalah 1kg saja. Tumpukan ini terus menerus akan bertambah hingga nantinya leher dari para wanita tersebut menjadi panjang-panjang. Besi/kawat/tembaga ini biasa di lepaskan pada saat seorang wanita itu Menikah, Melahirkan dan juga Meninggal Dunia.

Fakta yang bisa di dapat adalah “ apabila leher wanita tersebut semakin panjang, maka bisa di katakan wanita itu akan smeakin cantik di mata kaum pria yang ada pada suku Karen tersebut”. Fakta lainnya gelang ini dapat melindungi suku Karan dari ancaman hewan-hewan liar yang ada di sekitar. Selain terkenal dengan lehernnya yang panjang, wanita suku Karen ternyata memiliki keahlian khusus dalam bidang tenun menenun.

Burung Phoenix Dipercaya Mnejadi Nenek Moyang Mereka

Ada yang mengenal apa itu burung Phoenix ? dalam suku ini burung Phoenix di ibaratkan sebagai nenek moyang dari para kaum wanita yang berpasangan pada naga, yang merupakan nenek moyang untuk sang pria di suku Karen. Burung phoenix sendiri menurut legenda merupakan lambang Matahari, kematian serta juga terlahir kembali ( reinkarnasi). Dimana burung ini memiliki bentuk burung yang besar bagai Elang, warnanya yang mencolok merah,ungu, dan kuning yang selalu di kaitkan dengan matahari. Atau lebih dikenal burung ini melambangkan Pembaruan dan Kembangkitan.

Itulah beberapa hal yang terjadi pada adat istiadat ataupun kebudayaan yang ada di dunia, yang memiliki keunikan sendiri d dalam kebudayaan tersebut.