Menengok Tradisi Pemakaman di Indonesia

Yang sudah diketahui olah banyak orang diluaran sana mengenai negara Indonesia sendiri ialah, menjadi negara yang memang sudah sangat kaya akan kebudayaan yang masih melekat di masyarakat sekitarnya. Dari banyaknya kebudayaan inilah yang menjadi setiap kebudayaan atau tradisi bisa berbeda-beda dari setiap daerah yang ada di Indonesia ini. dimulai dari adanya tradisi pada saat hari pernikahan, lalu adanya tradisi saat lahiran, sampai pada pemakaman pun melakukan sebuah tradisi yang cukuplah unik.

Mumifikasi pada suku Asmat Papua yang sudah fenomenal di Indonesia

Dari maslaa pemakaman inilah yang akan membuat kita menjelajahi beberapa daerah yang ada di Indonesia, dengan kepemilikan adanya sebuah tradisi yang cukuplah unik, dan bisa dikatakan menarik untuk bisa sedikit kita ulas mengenai tradisi kebduayaan pemakaman yang ada di beberapa daerah di Indonesia.

Kalau begitu langsung saja kalian simak lebih detail mengenai beberapa tradisi pemakaman unik , yang memang ada di Indonesia. Siapa tau aja kalian mau berkunjung ke daerah tersebut dan melihat tradisi pemakaman ini.

Tradisi Mepasah – Bali

Pasti kalian langsung berfikir ke upacara Ngaben bukan ?.. memang benar, ngaben menjadi sebuah tradisi pada pembakaran jenazah. Akan tetapi, masyarakat khususnya di desa Trunyan Bali ini memiliki sebuah tradisi yang mana unik bernama Mepasah.

pemakaman di Bali

Tradisi ini sendiri ialah membiarkan adanya mayat pada alam terbuka. Tidak memperbolehkan sembarang orang untuk dilakukannya upacara mepasah ini, hanya untuk orang yang meninggalnya wajar sajalah yang bisa menggunakan cara ini. yang membuat tradisi ini menjadi unik ialah, jenazahnya tidak mengeluarkan adanya bau walau hanya di biarkan di alam terbuka begitu saja.

Hal ini memang sudah di letakan begitu saja di dekat sebuah pohon bernama Taru Menyang. Pohonnya sendiri sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu dengan menyebarkan adanya bau wewangia  pada sekeliling tempat pohon tersebut berada. Selain jenazah diletakan di depan pohon tersebut, jenazah juga di berikan sebuah kurungan yang memiliki nama Ancak Saji  dengan bentukan segitiga. Tujuan utamanya si agar terhindar dari binatang buas yang ingin memakan jenazah tersebut. jenazah disini memang di biarkan nantinya untuk hancur secara alami yang mana, tulang belulangnya nanti akan di pindahkan setelah terpisah dari daging yang menempel pada tubuh jenazah tersebut.

Tradisi Kuburan Bayi di Pohon – Toraja

Daerah Toraja memang menjadi sebuah wilayah yang kaya sekali akan tradisi yang msitisnya. Dimana, salah satunya itu adalah memakamkan bayi di pohon. Hal ini sudahy di lakukan oleh masyarakat Kambira di kabupaten Tana Toraja yang memang sudah memiliki cara khusus dalam menguburkan bayi-bayi di sana. Rata-rata usia bayi yang memang berada di bawah 6 bulan ini akan langsung dimakamkan di dalam pohon bernama pohon taraa.

Pohon inilah yang dipilih untuk menguburkan bayi, pasalnya pohon ini memiliki banyak sekali getahh yang memang sudah dianggap sebagai salah satu pengganti dari air susu ibu. Nah, saat meninggal , masyarakat disana sudah menganggap adanya bayi tersebut dikembalikan kedalam rahim sang ibu.

Untuk bisa memakamkan adanya jenazah dari bayi-bayi di Toraja sana, maka pohon taraa sendiri harus bsia dilubangi dengan adanya diameter yang sesuai dengan ukuran si bayi. Dari sinilah si bayi akan diletakkan di dalam lubang pohon tanpa harus dilakukannya pembungkusan. Lubang nanti akan di tutup langsung dengan menggunakan Ijuk. Selain daripada itu, juga tidak adanya tercium bau dari si Pohon taraa ini.

Lokasi yang di gunakan agen sbobet untuk melakukan pemakaman bayi ini sendiri menjadi sebuah objek wisata yang cukup menarik perhatian sekali. Tempatnya di Baby Grave Kambira ini jadi banyak sekali di kunjungi oleh para wisatawan yang sekedar ingin melihat ada benar atau tidaknya pemakaman bayi di sana.

Tradisi Ma’ Nene – Toraja

Ini si menjadi sebuah ritual pemakaman yang sudah terkenal di Indonesia, tepatnya di Toraja. Ritualnya sendiri ialah untuk mengganti adanya pakaian mayat yang memang amsih di terapkan oleh masayarakat Tana Toraja sampai saat ini. jenazah yang ada di dandani langsung pada ritual ini yang memang sudah ada sejak usia puluhan tahun lamanya.

Tradisi pemakaman di Tana Toraja

Ma’ Nene sendiri  sudah menjadi sebuah monumen bagi seluruh keluarga untuk berkumpul. Sebisa mungkin untuk anggota keluarga yang ada di luar Tana Toraja pulang untuk bisa menghadiri adanya ritual ini. prosesi yang ada akan dilakukan dengan rasa suka cita dan dilarang keras untuk menunjukkan rasa berkabung.

Setelahnya nanti mayat tersebut terdandani, maka mayat akan langsung di bawa jalan mengitari desa mengikuti sebuah jalur yang sudah di buat oleh tetua adat yang ada. Setelah melakukan penuntunan mayat pada peristirahatan terakhir, lalu penduduk bisa mengorbankan adanya kerbau dan juga babi sebagai salah satu bentuk atas persembahan agar nantinya para arwah ini bisa berjalan bebas menuju surga.

Tradisi Mumifikasi – Papua

Tepatnya tradisi ini dilakukan oleh suku Asmat yang ada di Papua. Akan tetapi, hanya orang-orang tertentu juga yang bisa di mumifikasikan yakni adanya kepala suku atau juga orang-orang yang dianggap penting di suku asmat tersebut.

Proses dari mumifikasi ini memang dilakukannya dengan cara mengolesi langsung jenazah dengan memakai adanya ramuan alami yang kemudian jenazah ini diletakkan langsung diatas perapian. Hal ini sudah didasari langsung dengan adanya sebuah tujuan agar nanti jenazah yang terkena adanya asap sampai kulit yang ada di jasad ini bisa menghitam. Asapnya nantilah yang akan membantu sebuah proses dari mumifikasi. Oiya, dari tradisi ini yang sangatlah unik yakni dengan cara di di mumifikasikan pada posisi duduk.

Jenazah yang sekiranya sudah di mumifikasikan , maka akan di keluarkan ketika ada acara-acara penting yakni sebuah ritual adat.  Untuk mumi sendiri akan di dudukkan langsung dihadapan orang banyak pada acara tersebut. kegiatan ini dilakukan memang untuk bisa mengenang adanya jasa mereka.

Tradisi Rambu – Toraja

Yang mana prosesi pemakaman ini dinilai memakan banyak sekali biaya. Ritual dari pemakaman ini bisa dilaksanakan kapan saja , dimana keluarga memang sudah menyiapkan segalanya dalam prosesi pemakaman tersebut. selama adanya menyiapkan sebuah keperluan, jenazah akan di simpan di rumah dan juga nantinya akan dilakukan pengawetan. Sebelum sampai pada pelaksanaan dari rambu solo, jenazah masih dianggap sakit  atau hanya lemah saja.

Tradisi dengan biaya mahal di Tana Toraja

Perlu kalian ketahui juga, untuk bisa melakukan tradisi rambu solo ini , bagi seseorang yang memang telah meninggal tidak di tentukan. Sebab, biaya yang memang di keluarkan pada tradisi ini tidaklah bisa di tentukan. Dalam sebagian kasus, tidak sedikit juga beberapa jenazah yang dimakamkan setelah bertahun-tahun meninggal sampai puluhan tahun lamanya sampai benar-benar keluarga siap untuk melakukan tradisi rambu solo tersebut.

Memang benar memerlukan biaya banyak, sebab acara akan di lakukan selama beberapa hari, yang sebelumnya juga sudah keluarga akan menyelenggarakan acara pada adu kerbau. Lalu di susul dengan memotong kerbau dengan babi, pembangunan pada menara kayu, adanya arak-arakan dan masih banyak lagi proses pemakaman lainnya. 

Apa Cuma Indonesia yang Punya Budaya Unik ?

Jika membahas negara Indonesia ini, tidak akan pernah habis mengulas banyaknya keberagaman budaya yang dimiliki oleh negara Indonesia ini. memang, Indonesia menjadi negara dengan sumbernya kebudayaan yang sangat banyak dan tidak cukup waktu jika di bahas satu persatu pada setiap daerahnya. Sudah terbukti, sekiranya ada 564 bahasa di daerah Indonesia ini. terhitung dari sensus yang dilakukan pada tahun 2010 lalu, sudah terdapat 1.340 suku bangsa Indonesia. Jumlah yang banyak bukan ?…

Jika sukunya saja sudah 1.340, lantas ada berapa ratus budaya yang sudah di miliki oleh negara Indonesia ?… pastinya banyak banget ya guys. Di lansir dari salah satu situs yakni ragamseni.com, memberikan beberapa budaya unik yang dimiliki oleh negara Indonesia. Dimana, kebudayaan ini harus di apresiasi dan harus kita banggakan. Maka dari itu, kita kenali sedikitnya beberapa budaya yang sudah di populerkan ke para wisatawan yang ada.

  • 1.1 Kebudayaan Debus
  • 1.2 Kebudayaan Karapan Sapi
  • 1.3 Kebudayaan Makepung
  • 1.4 Kebudayaan Kebo-keboan
  • 1.5 Kebudayaan Dugderan

Kebudayaan Unik Milik Bangsa Indonesia

1.1         Kebudayaan Debus

Siapa yang tidak mengenal dengan tradisi unik satu ini ? .. debus sendiri menjadi salah satu seni bela diri yang berasal dari wilayah Banten. Aksi dari bela diri ini sudah di percaya ada dari abad ke 16. Namun kala itu, debus ini sendiri menjadi sebuah kesenian hasil dari kombinasi suara serta adanya seni tari. Atraksinya sudah mulai berkembang sejak abad ke 18 yang mana, permainan ini sangatlah beragam.

Dimulai dari adanya atraksi pada tusuk menusuk bagian tubuh dengan benda-benda tajam, mengiris pisau ke tangan, menusuk bagian lidah, membakar diri ke api , memakan pecahan beling, dan beberapa hal ekstrim lainnya. debus sendiri juga sangat identik dengan adanya ilmu kekebalan, jadinya tidaklah aneh jika pemain debus ini kuat menahan kekebalan pada tubuhnya tersebut. bagi kalian yang ingin mencoba adanya atraksi debus ini, maka kalian harus berguru ke sang ahlinya yang sudah profesional.

1.2        Kebudayaan Karapan Sapi

Budaya unik ini memang sudah menaikan sebuah status sosial seseorang. Yang mana, karapan sapi ini sudah ada di kota Madura yang sudah memiliki adanya tanah yang kering dan bisa membuat sebuah masyarakat berpindah profesi dari seroang petani menjadi nelayan. Jika berbicara langsung mengenai profesi nelayan, masyarakat Madura juga bisa memanfaatkan adanya penghasiland ari laut sampai pada produksi garam yang sudah berkualitas. Makannya, membuat kota Madura ini sudah dikenal sebagai salah satu penghasilan garam terbesar di Indonesia.

Madura dengan Karapan Sapinya

Jika kalian sudah kembali langsung pada sebuah budaya masyarakat Madura, maka sudah hampir miriplah dengan Makepung. Akan tetapi, bedanya sendiri hanya ada sebuah trek race  yang hanya ada 100 meter dengan memiliki aturan permainan tidak sama seperti Makepung. Jika kalian ingin melihat sebuah pertunjukan pada setiap bulan Agustus ataupun September pada tiap tahunnya di Kota bernama Karesidenan.

1.3        Kebudayaan Makepung

Dari makepung ini sudah mengandung adanya arti dari Balapan Kerbau. Yang mana, tradisi ini sendiri sudah dilakukan oleh masyarakat di Bali dan untuk hiburan saja. Bagi masyarakat yang ada di Bali, binatang Kerbau menjadi sebua binatang yang sangatlah suci. Awalnya si tradisinya hanya dilakukan untuk bisa membajak sawah saja. Akan tetapi, dengan adanya perkembangan waktuu pun tradisi ini juga sudah banyak diminati bagi menarik para wisatawan asing. Sampai sudah dianggap di Bali pun menjadi tradisi tahunan daerah tersebut.

Tradisi yang sudah terjadi sejak tahun 1970an. Namun, karena waktu sudah berjalan adanya perkembangan dari tradisi tersebut. dulunya si hanya 1 kerbau saja, dan sekarang sudah menggunakan 3 kerbau. Jika dulunya joki sudah berbadan besar namun, saat ini haruslah berbadan kecil.

Aturan mainnya itu sendiri , adanya panjang arena race dengan ukuran 1-2 km. Pemenang juga tidak melihat adanya yang pertama sampai ke garis finish. Aturan yang lain juga, jika nantinya orang pertama dan juga orang kedua sudah mencapai garis finis ini kurang dari 10 meter. Dan nantinya orang kedua ini yang dianggap menjadi pemenangnya. Aneh si, tapi mau gimana lagi, orang ini sudah masuk tradisi. Jadi, tidak bisa di rubah ya guys ( ho’oh mana sempat, keburu telat wkwkwk ).

1.4        Kebudayaan Kebo-keboan

Selanjutnya main ke Banyuwangin, tepatnya di Desa Alasmalang dan juga Aliyan yang mana bisa kalian temui adanya kebo-keboaan. Ritual ini sendiri juga sudah di perkirakan ada dari abad ke 18 dan juga bisa langsung di selenggarakan sejak 1 hingga 10 pada bulan syura. Tujuan dari adanya dalam meminta hujan turun yang ada di tengah musim kemarau.

tradisi kebudayaan kebo-keboan

Upacaranya sendiri juga sudah biasanya di adakan yakni pada hari Minggu, terhitung sesuai adanya namanya. Ritual ini sendiri juga biasanya sudah mendandani orang menjadi seekor kerbau atau kebo. Mayoritasnya sendiri, rata-rata si kebanyakan lelaki. Namun, wanita juga memiliki sebuah tugas penting yakni tugasnya untuk bisa mempersiapkan adanya makanan serta sesajen yang diisi pada Tumpeng, Peras, Air Kendi, Kinang, ngkung Ayam, Aneka Jenang, lalu barang-barang seperti Bungkil, Cangkul, Pisang, Beras, Pitung Tawar, Kepala serta adanya bibit tanaman seperti padi.

Hal ini pun sudah di percaya untuk bisa menyelamatkan adanya beberapa ruas jalan yang ada di Desa Krajan, dalam melakukan trdisi kebo-keboan ini. ditambahkan langsung adanya musik tradisional, kebo-keboan ini akan melakukan hal sama seperti kerbau asli yang sedang membajak sawah. Bagi kalian selaku penonton, maka harus hati-hati, karena ada sebagian kebo-keboan ini yang tau-tau kesurupan dan menjadi sangat liar.

1.5        Kebudayaan Dugderan

Main-main lagi ke daerah Jawa, tepatnya di Semarang dimana sejak tahun 1881 Dugderan sudah menjadi salah satu tradisi di sana. Dugderan sendiri memang menjadi salah satu cara dalam mencurahkan adanya rasa rindu sejak bulan ramadhan atau pada saat bulan di seribu berkah. Kurang lebihnya dalam kurun waktu 1 hingga 2 minggu sebelum bulan Ramadhan tiba. Tradisi ini sendiri juga memang biasanya sudah diawali dengan adanya pasar rakyat. Maka dari itu, dilanjutlah dengan adanya cara dugderan yang mana telah di awali dari adanya acara karnaval yang memang sudah terdiri dari sebuah pasukan yakni Merah – Putih.

Selain dari itu juga di hadiri oleh barisan dari para pelajar, lalu barisan para pelajar, ada pun barisan putri bunga, ada juga dari aneka mobil hias, banyaknya pasukan yang berkuda, ada juga diisi oleh para Drumb Band hingga kereta kencana. Sampai yang membuat unik adanya replika hewan ataupun kesenian yang memang sudah menjadi kesenian khas daerah Semarang.

Itulah tadi sebagian budaya unik yang sering sekali di up ke beberapa media sampai ke para wisatawan yang datang ke Indonesia. 

Tradisi unik dan langka yang ada di Papua

Papua. Pulau terbanyak di Indonesia yang terdapat sangat timur dari area Nusantara ini banyak hendak pangkal energi alam. Kemajuan asal ide julukan pulau Papua mempunyai ekspedisi yang jauh bersamaan dengan asal usul interaksi antara bangsa asing dengan warga Papua, tercantum pula dengan bahasa- bahasa lokal dalam memaknai julukan Papua.

Provinsi Papua, tadinya melingkupi semua area Indonesia di Pulau Papua. Pada era rezim kolonial Hindia Belanda, area ini diketahui bagaikan Nugini Belanda( Nederlands Nieuw- Guinea ataupun Dutch New Guinea). Sehabis terletak berasosiasi dengan Negeri Kesatuan Republik Indonesia, area ini diketahui bagaikan Provinsi Irian Barat semenjak tahun 1963 sampai 1973. Namanya setelah itu ditukar jadi Irian Berhasil oleh Soeharto pada dikala meresmikan tambang tembaga serta kencana Freeport, julukan yang senantiasa dipakai dengan cara sah hingga terbitnya Hukum Nomor. 21 Tahun 2001 mengenai Independensi Spesial Papua memercayakan julukan provinsi ini buat ditukar jadi Papua.

Pada tahun 2003, diiringi oleh bermacam keluhan( pencampuran Papua Tengah serta Papua Timur), Papua dipecah jadi 2 provinsi oleh penguasa Indonesia; bagian timur senantiasa mengenakan julukan Papua sebaliknya bagian baratnya jadi Provinsi Irian Berhasil Barat( setelah itu jadi Papua Barat). Bagian timur inilah yang jadi area Provinsi Papua pada dikala ini. Julukan Papua Barat( West Papua) sedang kerap dipakai oleh Badan Papua Merdeka( OPM), sesuatu aksi separatis yang mau merelaikan diri dari Indonesia serta membuat negeri sendiri.

Papua tidak cuma populer dengan kukila khas Cendrawasih ataupun subjek wisatanya yang bagus semacam di Raja Ampat, Halaman Nasional Wasur yang didominasi sabana, dan Halaman Nasional Lorentz yang di dalamnya sedang banyak tumbuhan asli, binatang, serta pula adat yang jadi terbanyak di Asia Tenggara. Papua yang ialah pulau terbanyak kedua di bumi( sehabis Pulau Greenland di Denmark) ini pula mempunyai ratusan kaum dengan lebih dari 2 dupa bahasa wilayah. Suku- suku agen joker123 terpercaya itu semacam kaum Asmat, Amungme, Huli, Bauzi, Muyu, Korowai, Dani, serta banyak lagi. Adat- istiadat istimewa ini cuma dapat kalian temui di kaum Dani yang bermukim di area Ngarai Baliem, Papua. Adat- istiadat ini dicoba oleh kaum Dani bagaikan ciri gelisah yang amat dalam sebab kehabisan salah satu badan keluarga mereka yang tewas bumi. Tidak hanya itu, adat- istiadat ini pula wajib dicoba menghindari kembali bala yang menimbulkan kematian dalam keluarga itu.

Adat- istiadat ini dicoba sehabis prosesi penguburan dengan langsung memotong salah satu jemari badan keluarga yang berkabung dengan pisau, kapak ataupun golok. Metode lain yang pula lazim dicoba merupakan dengan mengerkah ruas jemari sampai putus, mengikatnya dengan seutas ikatan biar gerakan darah terhambat serta ruas jemari jadi mati setelah itu terkini dipotong. Nah, dari banyaknya kaum yang berumah di area Papua, saudara- saudara kita di situ mempunyai banyak adat- istiadat istimewa yang bisa jadi belum sempat kamu dengar tadinya. Sebagian adat- istiadat istimewa serta menarik yang dipunyai warga Papua antara lain bagaikan selanjutnya.

1. Pijak Piring( Mansorandak).

Dalam adat- istiadat ini, si musafir hendak mandi bunga di atas piring adat, setelah itu masuk ke suatu ruangan bersama keluarga besar serta ia hendak memutari 9 piring adat sebesar 9 kali. Mengapa 9? Sebab menandakan 9 ahli kaum Doreri di Manukwari.

Sehabis itu, si musafir hendak tiba replika buaya yang jadi ikon godaan serta tantangan dalam hidup, diakhiri dengan makan bersama. Adat- istiadat ini diucap Mansorandak, bagaikan perkataan rasa terima kasih atas kepulangan badan keluarga sekalian buat membersihkannya dari roh- roh kejam sepanjang di perantauan.

Tetapi, saat ini warga Kaum Biak melaksanakan Mansorandak dengan menyiramkan air pada si musafir yang sudah kembali saat sebelum merambah rumah, tidak dengan memutari 9 piring.

Tidak cuma momen menyongsong saudara yang kembali dari perantauan, adat- istiadat Pijak Piring ini pula dicoba dikala menyongsong pengunjung negeri yang bertamu ke Manokwari. Para pengunjung hendak melaksanakan adat- istiadat Pijak Piring ini dengan cara simbolis bagaikan wujud rasa terima kasih warga di situ atas kunjungan mereka.

2. Bakar Batu( Barapen).

Adat- istiadat istimewa lain yang dicoba warga Papua merupakan Bakar Batu yang diucap Barapen. Barapen merupakan gelar buat yang di kota, terdapat pula julukan yang lain pada tiap- tiap wilayah. Barapen ini bagaikan ikon rasa terima kasih serta perkerabatan, tetapi dapat pula dicoba dikala seremoni kematian. Adat- istiadat ini ialah salah satu adat tertua di situ.

Jadi, dalam adat- istiadat Bakar Batu ini warga di situ hendak membuat suatu lubang serta menutupinya dengan daun- daun pisang. Di atasnya, mereka hendak menata batu- batu yang telah bersih serta berdimensi lebih besar sangat dasar, setelah itu kusen bakar di atasnya, serta ditutup dengan batu- batu berdimensi kecil. Sehabis itu, mereka membakar lapisan batu- batu itu hingga panas, kemudian meletakkan santapan berjumlah banyak buat dimasak di atasnya. Santapan itu bisa berbentuk daging babi, ketela, sayur- mayur, serta serupanya. Sehabis matang, mereka juga menyantapnya bersama- sama ditemani kopi getir. Astaga, asyik betul jika dapat sertaan? Nyatanya adat- istiadat semacam itu hendak meningkatkan rasa perkerabatan yang terus menjadi akrab sesama masyarakat Papua.

3. Potong jemari( Iki Palek).

Hah? Potong jemari? Iya, guys. Jadi, bila terdapat badan keluarga yang tewas, warga di situ hendak memotong jemari tangan mereka. Memanglah terkesan berlebihan sih, tetapi itu mereka jalani bagaikan ikon kesedihan sekalian buat menjauhkan datangnya musibah lagi yang menimbulkan kematian. Kaum Dani di Ngarai Baliem, Papua melaksanakan adat- istiadat potong jemari ini sehabis kegiatan penguburan berakhir, memakai golok ataupun pisau. Adat- istiadat istimewa ini cuma dapat kalian temui di kaum Dani yang bermukim di area Ngarai Baliem, Papua. Adat- istiadat ini dicoba oleh kaum Dani bagaikan ciri gelisah yang amat dalam sebab kehabisan salah satu badan keluarga mereka yang tewas bumi. Tidak hanya itu, adat- istiadat ini pula wajib dicoba menghindari kembali bala yang menimbulkan kematian dalam keluarga itu.

Adat- istiadat ini dicoba sehabis prosesi penguburan dengan langsung memotong salah satu jemari badan keluarga yang berkabung dengan pisau, kapak ataupun golok. Metode lain yang pula lazim dicoba merupakan dengan mengerkah ruas jemari sampai putus, mengikatnya dengan seutas ikatan biar gerakan darah terhambat serta ruas jemari jadi mati setelah itu terkini dipotong. Metode yang lain, keluarga yang ditnggalkan itu hendak mengerkah ruas jemari mereka sampai terpenggal. Jemari yang dipotong wajib cocok dengan jumlah badan keluarga yang tewas itu.

4. Ararem.

Kaum Biak di Papua melaksanakan adat- istiadat Ararem dikala kegiatan perkawinan warganya. Jadi, keluarga besar calon pengantin laki- laki membawakan abang berbaur ke rumah keluarga calon mempelai perempuan dengan berjalan kaki bawa bocong, piring- piring adat, serta lain- lain bagaikan seserahan.

Kaum keluarga besar calon pengantin laki- laki hendak berjalan kaki bawa seserahan dengan arak- arakan gaya tari serta lantunan semacam lagu- lagu nasional Indonesia sembari mengibarkan bendera Merah Putih. Wow, istimewa betul, guys?

5. Tato.

Warga Papua Barat paling utama kaum Meyakh serta Moi melaksanakan adat- istiadat membuat tato pada badan mereka. Tato itu bermotif garis serta titik- titik melingkar menyamai segitiga runjung ataupun tridiagonal yang berjajar lurus serta mendatar.

Warga di situ mencelupkan tulang ikan ataupun jarum tumbuhan bertam ke dalam pulut tumbuhan duku ataupun kombinasi arang lembut di dalam cara pembuatan tato itu.

Budaya dan kebiasaan unik yang hanya dimiliki oleh orang Prancis!

Budaya dan kebiasaan unik yang hanya dimiliki oleh orang Prancis!

Tetapi, walaupun kalian melepaskan prasangka- prasangka itu, sering- kali kelakukan yang tidak lazim yang berawal dari adat mereka yang istimewa sedang senantiasa hendak mencolok.

Memanglah opini kita hal apa yang abnormal serta tidak terbebas dari adat kita sendiri, kerutinan serta adat- istiadat banyak orang Perancis bisa jadi hendak senantiasa ditatap oleh banyak orang di arah bumi yang lain bagaikan tidak lazim.

1. Seluruhnya ROTI

Orang Perancis amat menggemari roti baguette, serta mereka kerap membenarkan ini tanpa ragu. Saking cintanya mereka dengan roti satu ini, bukanlah membingungkan jika petang sepulang kegiatan kalian hendak memandang mereka berjalan dengan satu dengan 2 roti baguette di tangan, dengan beberapa kecil telah terlebih dulu digigit. Menyantap roti itu juga perihal yang lain lagi.

Mereka tidak hendak langsung memakan roti itu, tetapi mereka umumnya hendak mencabik beberapa kecil dari roti itu dengan tangan mereka buat dilahap, serta mengulangi cara itu hingga roti itu habis. Mereka pula menyuguhkan roti di atas meja serta bukan di atas piring. Omong- omong pertanyaan piring, jika kalian makan santapan dengan saus enak, kerutinan orang Perancis merupakan mencabik sebagian roti serta mencampurnya dengan saus itu bagaikan santapan penutupmu.

2. LITTLE GOURMANDS

Kanak- kanak kecil menikmati burger, hotdog, chicken fingers, and gorengan yang lain di bagian negeri lain di bumi tidaklah kejadian terkini. Tetapi di Perancis, kita hendak lebih kerap memandang kanak- kanak menyantap santapan‘ orang berusia.’ Kanak- kanak asian di negeri ini bisa mencicip bermacam berbagai santapan, yang menolong mereka buat mengapresiasi santapan yang enak- enak dari umur dini.

Indera perasa mereka yang sedang belia terbuka ke bermacam berbagai rasa, yang bisa jadi ialah asal muasal kenapa makanan Perancis saat ini sudah berevolusi jadi makanan yang kita tahu sekarang—yang ialah salah satu makanan terenak di bumi. Ini tidaklah perihal yang abnormal. Kalian dapat menjajaki jejak mereka ataupun malah memusuhi mereka sebab angkuhnya mereka dengan santapan gastronomi mereka.

3. Style HIDUP YANG SOPAN

Bayangkan: Seseorang perempuan terkini saja ingin berjalan pergi café serta seseorang laki- laki yang tidak beliau tahu membantunya menggunakan jaketnya serta membukakan pintu untuknya. Di Amerika, perempuan ini bisa jadi hendak diucap seksis serta malah dipermalukan. Tetapi di Perancis, ini tidak hendak dikira seksis serta malah dikira bagaikan etika orang Perancis. Buat menyangkal perlakuan sejenis ini malah hendak dikira tidak santun di Perancis. Ini merupakan salah satu kerutinan orang Perancis yang pantas dicontoh.

4. CIPIKA- CIPIKI

Ini ialah kerutinan yang sedang berkaitan dengan nilai tadinya. Orang Perancis senang mengesun pipi kiri serta kanan orang yang mereka temui bagaikan salam—seperti adat cipika- cipiki di Indonesia. 2 kali cipika- cipiki umumnya dicoba antara 2 perempuan, perempuan serta laki- laki, serta apalagi sering- kali 2 laki- laki, paling utama buat mereka dari angkatan yang lebih berumur.

Di sebagian bagian di Perancis, mereka apalagi melaksanakan ini hingga 5 kali. Walaupun ini ialah kerutinan di Perancis, ini tidaklah suatu yang biasa dicoba di negar- negara lain. Serta yang menarik merupakan melaksanakan ini di dalam sepur merupakan illegal, sebab kalian tidak bisa berciuman di dalam sepur di Perancis.

5. Kebersamaan BERSAMA

Bukanlah abnormal memandang 2 orang yang tidak memahami satu serupa lain di Perancis silih menolong walaupun dalam keadaan sepele sekalipun. Misalnya saja, banyak orang dapat saja menawarkan menolong menyeberangkan orang tunanetra yang serupa sekali tidak beliau tahu, ataupun menolong seseorang berumur mengantarkan beberapa barang belanjaan mereka.

Walaupun terdapat pula sebagian adat yang menyamai Perancis dalam perihal ini, terdapat sebagian adat di negara- negara lain yang tidak hendak membiarkanmu memegang orang yang tidak kalian tahu serupa sekali ataupun apalagi menawarkan dorongan sebab khawatir hendak suatu yang kurang baik yang bisa jadi terjalin. Apalagi di sebagian negeri kalian dapat ditahan cuma sebab memegang seorang.

6. AURA NEGATIF

Tidak tahu kenapa, tetapi banyak orang Perancis umumnya mempunyai aura yang lumayan minus. Misalnya saja, jika kalian mengajukan ide cetak biru, kalian wajib memulai mengalami analisa- analisa dari para penontonmu yang hendak menjabarkan resiko- resiko yang terdapat serta pula permasalahan yang hendak dialami dengan proyek- proyek yang kalian ajukan. Ilustrasi yang lain merupakan bila kalian menemukan angka A- di dalam uji, siap- siaplah menemukan persoalan:“ Mengapa bukan A+?” ternyata menemukan tamparan pukulan penghargaan di bahumu.

Sebabnya merupakan sebab orang Perancis yakin kalau semata- mata mengapresiasi keadaan bagus tetapi mengacuhkan keadaan minus yang terdapat ialah suatu yang polos. Uraian yang lain hendak negativitas ini merupakan sebab banyak orang Perancis yakin kalau memandang ketidaksempurnaan yang terdapat ialah isyarat dari kompetensi serta kecakapan. Jadi dikala kalian berhubungan dengan orang Perancis, kalian butuh senantiasa sedia hendak terdapatnya kritikan, serta dikala kalian malah menemukan aplaus, ini suatu yang tidak lazim.

7. Beramal, Serta BUKAN Memilah PENGELUARAN YANG ADA

Di Amerika serta negara- negara yang sudah terbawa- bawa oleh adat Amerika, memilah pengeluaran yang terdapat di restoran, misalnya, ialah suatu yang biasa. Ini pula ialah perihal biasa apalagi di dalam kencan. Alibi dari ini merupakan supaya setiap orang bertanggung jawab atas pengeluaran yang terdapat serta tiap- tiap tidak berhutang apa juga kepada satu serupa lain.

Tetapi banyak orang Perancis tidak sangat menggemari adat- istiadat ini sebab mereka menyangka ini bagaikan tanda- tanda kekikiran serta karenanya ini bukanlah serius saja. Dalam suasana seragam, orang Perancis tidak sangat kalkulasi serta mereka hendak melunasi beberapa yang bagi mereka memanglah layak, yang acapkali lebih banyak dari yang sepatutnya.

Ini acapkali malah berdampak rancu sebab kesimpulannya sebagian hendak melunasi lebih sedikit dari yang lain, yang ialah suatu yang pula tidak dikira bagus buat orang Perancis yang lumayan memprioritaskan gengsi serta image diri.

8. Tidak Terdapat Beberapa barang LAIN Tidak hanya OBAT- OBATAN DI APOTEK

Berita bagusnya hal Apotik di Perancis merupakan alangkah mudahnya mencari mereka, sebab mereka umumnya mempunyai lukisan salib hijau benar di sisi julukan mereka yang diterangi oleh lampu neon. Tetapi, jika kalian berencana buat mencari permen ataupun maskara di apotik, mungkin besar kalian tidak hendak sukses.

Walaupun memanglah mayoritas apotik di negara- negara lain sudah menjajaki jejak CVS serta Walgreens yang mempunyai rancangan yang mengganti apotik jadi gerai serba terdapat kecil semacam mini- Walmart, mayoritas apotik di Perancis tidak sedemikian itu. Institusi ini acapkali ialah bidang usaha keluarga, serta cuma bermuatan keadaan yang memanglah sepatutnya cuma dijual di apotik, ialah obat- obatan.

9. PLASTIK Ataupun TAS KERTAS

Kalian hendak betul- betul mempunyai independensi dalam membeli- beli materi- materi santapan serta makanan di Perancis sebab kalian wajib mengemas sendiri benda belanjaanmu. Pasti keuntungannya merupakan kalau kalian bisa menata sendiri pembalutan barang- barangmu. Sebab tidak hendak terdapat yang menolong kamu melapis barang- barangmu di tas plastic, janganlah menginginkan hendak terdapat pegawai yang hendak tiba serta menolong kamu bawa beberapa barang itu ke dalam mobilmu.

Perihal yang lain merupakan bila kalian hingga di rumah serta mengalami sebagian telur yang kalian beli sudah rusak serta bisa jadi keju yang kalian beli beraroma deterjen yang terkini saja kalian beli pula, serta kalian tidak dapat mempersalahkan siapa- siapa melainkan dirimu sendiri. Walaupun ini bisa dikira pula bagaikan penataran pembibitan diri serta psikologis, ini pula ialah cerminan dari berbagai jasa klien yang hendak kalian miliki di supermarket di Eropa.

( Ketahuilah kalau sebagian supermarket lokal yang diucap supérette umumnya menawarkan kantung plastik dengan cara bebas, sedangkan supermarket yang lain bisa jadi hendak memintamu buat melunasi buat memperoleh kantung plastik dari materi siklus balik yang bisa kalian maanfaatkan kembali di era kelak).

10. MENGHABISKAN WAKTU

Bertentangan dengan sebagian adat di negeri lain, orang Perancis lebih senang lama dalam keadaan khusus. Misalnya saja, cobalah memesan segelas espresso. Kalian hendak kerap sekali memandang orang Perancis menghabiskan berjam- jam buat menghabiskan segelas espresso saja.

Banyak orang malah memandang espresso bagaikan jalur kilat buat memasukkan kafein ke dalam sistem penyebaran darah mereka, tetapi orang Perancis lebih senang perlahan menyeruputnya serta menikmatinya perlahan sebab mereka amat mengapresiasi kebersamaan dengan orang yang mereka membujuk atau novel yang mereka baca di dalam kedai kopi.

Yah, setiap adat mempunyai keanehannya sendiri yang bisa jadi tidak senantiasa bisa dipahami oleh budaya- budaya yang lain. Tetapi kenahean sejenis inilah yang membuat suatu adat istimewa. Orang Perancis mempunyai adat- istiadat yang tidak lazim, serupa perihalnya dengan budaya- budaya lain, serta perihal terbaik yang bisa kita jalani merupakan menyambut karakteristik ini. Serta janganlah lalu menyamaratakan kalau seluruh orang Perancis hendak berkelakuan laris semacam ini ya

Ingin Pergi Ke Jepang ? Yuk, Kenali Tradisi Berikut Ini

Banyaknya keberagaman budaya di setiap dunia, pastinya memiliki adat istiadat, tradisi, serta peraturan hukum daerah yang berbeda dari setiap daerah yang ada di Indonesia. Benua Asia, Benua Eropa atau pun yang lainnya pasti memiliki suatu ciri khas tersendiri saat kita berkunjung ke wilayah yang ada di negara tersebut. Salah satunya, negara Jepang yang memiliki keunikan pada kebudayaannya.

Perbedaan yang terjadi selain kebudayaannya, di setiap negara juga memiliki perbedaan pada ke strukturan negaranya, pemerintahaanya serta aturan saat kita berkunjung ke negara tersebut. Sebelum kalian berkunjung ke Jepang, kalian bisa mengetahui dasar-dasar dari kebudayaan yang ada pada link alternatif sbobet negara jepang tersebut. Yuk simak hal-hal berikut ini.

Kebudayaan Jepang Yang Banyak Serta Unik

Banyaknya kebudayaan yang ada pada negara jepang, menjadi sumber utama bagi parawisatawan atau turis yang datang kesana ingin sekali mengenal kebudayaan yang berada di sana. Berikut ini, hal-hal unik yang ada pada kebudayaan jepang, yang haus kalian ketahui sebelum berdestinasi ke negara tersebut :

Tradisi Ikebana

Jika kalian sedang berkunjung ke negara jepang, kalian nantinya akan di suguhi dengan kegiatan merangkai bunga yang di sebut dengan IKEBANA. Kenapa di jepang terkenal dengan bunga sakuranya ? dikarenakan, jepang selalu mengistimewakan yang namanyan “ Bunga “ yang tiap harinya mereka akan meletakan satu bunga terangkai yang di letakan di altar utama. Karena bunga itu indah dan alami, orang Jepang mempercayai bahwa bunga itu tempat suci di mana tuhan bersemayam di dalamnya.

Tradisi Tako

Di Indonesia, Tako ini sama dengan “Layang-Layang” dimana pada saat merayakan tradisi tersebut, orang-orang di sana akan berkumpul di tanah lapang lus dan bersama-sama mnerbangkan layang-layang tersebut. Tapi, tidak selalu kalian bisa menumi hal ini ya guys. Hal ini di adakan memang pada saat festival Tako itu di adakan.

Tradisi Geisha

Penyanyi jepang, atau juga geisha ini sudah cukup sangat terkenal di berbagai daerah. Geisha ini muncul di abad ke 18, namun makin kesini geisha sudah turun popularitasnya. Masih ada beberapa restoran, kapal-kapal penyewaan untuk sekedar mengelilingi kota jepang memberikan fasilitas geisha ini untuk sekedar hiburan semata.

Tradisi Matsuri

Mungkin yang satu ini gak asing buat kalian ya guys. Dimana festival ini akan di selenggarakan pada musim panas. Yang dimana festival ini masih bersangku paut pada festival kuil Shinto dan Budha. Dimana dalam festival ini lebih terfokuskan kepada acara bersembahyang bersama dan berdoa bersama-sama.

Tradisi Origami

Di Indonesia sendiri, kertas origami ini dijadikan sebagai metode pembelajaran di bidang Kesenian dan Juga Kebudayaan untuk mengembangkan suatu kreatifitas daripada murid-murid yang ada di sekolahan tersebut. Origami ini juga di gunakan oleh orang-orang jepang untuk, mengembangkan daya pikir anak-anak yang ada di sana dengan membuat gambar melalui beberapa potong kertas origami yang tersedia dengan berbagai macam warna yang ada.

Tradisi atau Olahraga Sumo

Pastinya, kalian faham sekali dengan tradisi yang satu ini. dimana tradisi ini bisa di sebut juga sebagai olahraga pergulatan antara dua orang yang memiliki badan super jumbo. Biasanya ini disajikan sebagai salah satu pertunjukan kebudayaan yang masih aktif hingga saat ini. dimana nantinya, ketika ada salah seorang yang keluar dari cincin arena, maka pegulat sumo tersebut di nyatakan kalah dari pegulat sumo yang lainnya.

Tradisi Dalam Upacara Minum Teh

Dalam tradisi yang satu ini, upacara minum teh atau Chad merupakan salah satu tradisi yang dimana kita dalam melihat kepribadiannya dari cara menuang teh tersebut. Hal ini bertujuan untuk mencerminkan tujuan hidup, cara berfikir hingga dalam beragama. Jika gelas yang di tuangkan tadi sudah habis, sebaiknya kalian menuangkan terlebih dahulu ke pada tamu agar telihat lebih sopan.

Tradisi Memakai Kimono

Pakaian adat jepang yang bernama kimono ini merupakan pakaian pada zaman dahulu. Kimono untuk saat ini di gunakan untuk acara-acara khusus. Dalam festival atau juga dalam hal penting lainnya. Kimono ini dapat di pakai baik untuk pria dan wanita, yang tak luput di barengi dengan sandal bakiaknya yang terbuat dari kayu.

Inilah beberapa kebudayaan yang harus kalian ketahui sebelum kalian berdistinasi ke negara Jepang. Di karenakan peraturannya yang berbeda, kalian harus juga mematuhi peraturan yang ada di wilayah tersebut ya guys.

Tradisi Unik, Si Leher Panjang

Pernahkah kalian mendengar, mengenai leher panjang ? dimana leher tersebut di lilit oleh benda seperti tembaga berwarna gold yang memutari leher pada setiap wanita yang ada di daerah Tibet, Thailand dan Myanmar. Tradisi unik ini masih di lakukan oleh salah satu suku pada negara tersebut. Jika kalian ingin melihat suku tersebut, kalian bisa langsung datang ke Thailand bagian Utara atau bisa kalian kunjungi Baan Tong Luang, Chiang Rai.

Suku yang nantinya kalian cari tersebut bernama Suku Karen. Suku ini bukan merupakan suku asli yang terdapat di Thailand, melainkan asli dari dataran tinggi Tibet sana. Dimana suku tersebut berpindah ke Myanmar di daerah Karen State yang memang berbatasan langsung dengan Thailand. Jika kalian ingin tahu lebih lanjut, yuk cari tahu beberapa hal yang terdapat pada Suku Karen Si Leher Panjang ini.

Asal Suku Karen

Suku karen banyak menempati wilayah di bagian Utara Thailand, dimana kenyataanya suku Karen ini bukanlah suku asli dari negara tersebut. Suku yang aslinya dari dataran tinggi Tibet ini memiliki beberapa Etnis, yaitu : Etnis Pwo Karen, Skaw Karen, Serta Bwe Karen. Kurang lebih, 150.000 orang dari suku Karen memilih untuk tinggal atau menetap di Thailand setelah adanya konflik dengan pemerintah setempat.

Fakta-Fakta Suku Karen

Banyaknya konflik dan juga tatacara adat istiadat yang berbeda, membuat suku ini memiliki keunikan tersendiri di pandangan negara lain. Berikut ini ada beberapa fakta yang akan kita berikan kepada kalian semua.

Bedanya Kesejahteraan Yang Ada

Suku Karen yang bertempat Tinggal Di Thailand memiliki kesejahteraan yang sangat di perhatikan sekali oleh pemerintah setempat. Sedangkan suku Karen yang bertempat tinggal di wilayah myanmar mendapatkan perilaku buruk dari pemerintahannya. Banyaknya Rezim Militer di daerah Myanmar sana, melakukan penindasan pada kelompok-kelompok minoritas yang ada di sana. Kurang lebih 2000 suku karen telah desa asal mereka. Hal ini di sebabkan oleh adanya penembakan mati dari sebagaian dari mereka, serta menghancurkan rumah-rumah yang ada pada suku Karen.

Setiap Wanita Pasti Berleher Panjang

Ini merupakan fakta sekaligus juga keunikan tersendiri yang dimiliki oleh suku Karen yang sudah banyak di ketahui oleh orang-oraang yang ada di sebagian dunia ini. keharusan setiap wanita untuk memanjangkan lehernya merupakan sudah tradisi yang di lakukan secara turun temurun oleh suku Karen tersebut. Memanjangkan leher ini pun cukup unik, karena setiap wanita di lehernya harus di pasangkan tumpukan tembaga atau kawat yang terbuat dari bahan kuningan ( gold ).

Dalam hal ini, tumpukan-tumpukan kawat atau tembaga ini juga harus di lilitkan pada bagian tubuh lainnya seperti Tangan dan juga Kaki. Berat pada tumpukan tersebut bisa mencapai 5kg ( di leher ), sedangkan pada tumpukan yang lainnya adalah 1kg saja. Tumpukan ini terus menerus akan bertambah hingga nantinya leher dari para wanita tersebut menjadi panjang-panjang. Besi/kawat/tembaga ini biasa di lepaskan pada saat seorang wanita itu Menikah, Melahirkan dan juga Meninggal Dunia.

Fakta yang bisa di dapat adalah “ apabila leher wanita tersebut semakin panjang, maka bisa di katakan wanita itu akan smeakin cantik di mata kaum pria yang ada pada suku Karen tersebut”. Fakta lainnya gelang ini dapat melindungi suku Karan dari ancaman hewan-hewan liar yang ada di sekitar. Selain terkenal dengan lehernnya yang panjang, wanita suku Karen ternyata memiliki keahlian khusus dalam bidang tenun menenun.

Burung Phoenix Dipercaya Mnejadi Nenek Moyang Mereka

Ada yang mengenal apa itu burung Phoenix ? dalam suku ini burung Phoenix di ibaratkan sebagai nenek moyang dari para kaum wanita yang berpasangan pada naga, yang merupakan nenek moyang untuk sang pria di suku Karen. Burung phoenix sendiri menurut legenda merupakan lambang Matahari, kematian serta juga terlahir kembali ( reinkarnasi). Dimana burung ini memiliki bentuk burung yang besar bagai Elang, warnanya yang mencolok merah,ungu, dan kuning yang selalu di kaitkan dengan matahari. Atau lebih dikenal burung ini melambangkan Pembaruan dan Kembangkitan.

Itulah beberapa hal yang terjadi pada adat istiadat ataupun kebudayaan yang ada di dunia, yang memiliki keunikan sendiri d dalam kebudayaan tersebut.

Tradisi Unik dan Menarik Ala Jepang

Apa yang teringat oleh Anda saat mendengar kata Jepang? Banyak orang yang ingat pada animenya. Jepang tidak melulu soal anime, Anda perlu mengetahui hal-hal lain yang khas dari jepang, salah satunya adalah budaya dan tradisinya yang unik dan menarik. Jepang dikenal dengan pelestarian budayanya yang sangat kental dan hingga kini masih  terus dilakukan. Indonesia sebetulnya harus mencontoh pelestarian kebudayaan lokal seperti yang masyarakat Jepang lakukan. Nah, berikut ini ada beberapa kebudayaan khas Jepang yang sangat menarik untuk dibahas, mari kita lihat.

Matsuri

Sebuah festival budaya Jepang yang diselenggarakan saat musim panas yakni Matsuri. Matsuri berkaitan dengan festival yang berasal dari kuil, yaitu kuil Shinto dan Buddha. Sebenarnya acara ini dilakukan dengan bersembahyang dan berdoa. Namun, hal ini tidak terlalu diwajibkan pada para pengunjung sbobet88 yang datang, karena banyak pengunjung yang datang untuk sekadar melihat festival budaya Jepang ini.

Sumo

Banyak orang dari berbagai belahan dunia yang tertarik dengan pertunjukan budaya Jepang yang satu ini. Sumo sebenarnya adalah gulat khas Jepang, biasanya para pegulat Sumo akan saling mendorong agar lawannya keluar dari batas arena yang yang sudah ditetapkan. Biasanya pertandingan Sumo hanya berlangsung beberapa detik saja, namun ada juga yang hingga beberapa menit.

Upacara Minum Teh

Budaya Jepang ini bisa dikatakan unik karena banyak turis yang tertarik untuk mengikuti upacara minum teh. Upacara ini dilakukan sebagai cara masyarakat Jepang menjamu para tamunya. Biasanya upacara minum teh juga bisa mencerminkan kepribadian dari penyaji tehnya sendiri. Jadi kita bisa melihat cara berpikirnya dan tujuan hidup dari sang penyaji. Selain itu kita juga dapat melihat seberapa kuat budaya yang ia pegang.

Menyeruput Makanan Berkuah

Jika di Indonesia biasanya menyeruput makanan berkuah sampai berbunyi ‘slurp’ itu adalah hal yang aneh dan akan mengganggu orang di sekitar kita. Lain hal dengan Jepang, di sana menyeruput makanan berkuah adalah budaya yang unik. Saat Anda menyeruput makanan berkuah sampai berbunyi, itu menandakan bahwa makanan yang sedang kamu santap itu sangat enak. Maka, menyeruput makanan berkuah adalah hal yang biasa di negara Jepang dan menjadi ciri khas yang unik di sana.

Memberi Bahu Kepada Orang Lain Saat Tertidur

Umumnya orang akan risih jika tiba-tiba ada orang yang bersandar di bahunya. Namun di Jepang, memberi bahu kepada penumpang transportasi umum di sebelah Anda yang sedang  tertidur adalah suatu kewajiban, hal ini termasuk budaya yang menarik di Jepang. Mereka berbaik hati untuk memberi bahu kepada penumpang yang tertidur. Maka di saat Anda berkunjung ke Jepang, jangan heran jika ada orang yang memberi bahu kepada penumpang lain saat tertidur.

Festival Nagoya

Festival ini diadakan pada pertengahan Oktober dan digelar selama dua hari. Festival Nagoya berisi arakan dengan pakaian zaman dahulu atau tradisional Jepang. Mereka akan berdandan seperti pejuang perang saat itu. Festival ini dilakukan untuk menghormati ieyasu, toyotomi hideyoshi, oda nobugana dan tokugawa yang hidup di abad pertengahan. Bagi Anda yang sedang berkunjung ke Jepang pada bulan Oktober, jangan lewatkan Festival Nagoya.

Nah, itulah beberapa budaya unik dan juga menarik yang dimiliki oleh negara matahari terbit, Jepang. Negara ini kaya akan budaya yang kental, tidak hanya animenya saja yang terkenal, namun budaya asli Jepang juga selalu menarik bagi para pengunjung negeri Sakura tersebut. Budaya Jepang memang memiliki makna dan nilai seni tersendiri yang membuat orang selalu sumringah melihatnya.






Cerita dan Tradisi Halloween Mengerikan

Maka bukanlah sesuatu yang mengherankan karena cerita palsu tersebut, banyak sekali warga yang masih hidup turut berbondong-bondong melakukan sebuah praktik yang menyeramkan.
(Source: pexels.com)

Setiap perayaan Halloween, banyak sekali masyarakat yang lepas dari kenyataan selama sehari dan merayakan Halloween dengan menggunakan berbagai macam kostum unik, dekorasi menarik, dan pesta yang asyik. Legenda dan karakter yang menyeramkan telah berevolusi berdasarkan peristiwa nyata yang menakutkan. Dan juga, tradisi Halloween untuk berhadapan dengan mereka yang telah mati memunculkan tidak hanya banyak sekali cerita hantu, tetapi juga hoaks.

Berikut beberapa tradisi dan legenda seputar Halloween.

Ketakutan Akan Vampir Disebabkan TBC

Sepanjang abad ke-19, penyebaran TBC telah merenggut banyak sekali nyawa dari para penduduk Rhode Island, Connecticut, Vermont, dan banyak wilayah lain di New England. Sebelum para dokter dapat menjelaskan bagaimana dan mengapa penyakit menular tersebut dapat tersebar di beberapa daerah tersebut, para penduduk desa yang sudah kalang kabut dan putus asa percaya bahwa beberapa dari mereka yang telah tiada karena TBC meninggal karena melakukan praktik kanibalisme terhadap mereka yang masih hidup.

Maka bukanlah sesuatu yang mengherankan karena cerita palsu tersebut, banyak sekali warga yang masih hidup turut berbondong-bondong melakukan sebuah praktik yang menyeramkan. Yaitu menggali mayat korban TBC dan membakar organ internal mereka.

Atraksi Rumah Hantu Dibuka Pada Masa Depresi Besar

Zaman malaise, atau yang lebih dikenal sebagai Masa Depresi Besar adalah sebuah peristiwa dimana tingkat ekonomi di seluruh dunia, khususnya di Amerika Serikat menurun secara drastis. Depresi Besar mulai terjadi di tahun 1929.

Pada masa menjelang Depresi Hebat, Halloween telah berubah menjadi masa dimana para pria muda dapat bersantai dan juga melakukan segala macam kejailan kepada masyarakat sekitar. Bahkan, terkadang mereka melakukan sesuatu yang sudah sangat parah. Di tahun 1933, para orang tua dibuat sangat marah ketika ratusan remaja laki-laki membalikkan mobil, memotong tiang telepon umum menggunakan gergaji, dan juga melakukan berbagai macam tindakan vandalisme di seluruh wilayah di Amerika.

Sejak saat itu, masyarakat mulai menyebut perayaan hari libur tersebut sebagai “Black Halloween”. Sama seperti ketika mereka menyebut satu hari Selasa sebagai “Black Tuesday” karena terjadinya kehancuran pasar saham 4 tahun sebelumnya.

Meskipun kejailan dan tindakan tidak wajar para remaja laki-laki tersebut seharusnya membuat masyarakat Amerika meminta akan adanya pelarangan terhadap perayaan Halloween, namun banyak komunitas warga yang malah mengorganisasi suatu kegiatan Halloween seperti pembuatan rumah berhantu untuk membuat para anak-anak tersebut tetap sibuk.

Jack-o-Lanterns dan Legenda “Stingy Jack

Seorang pria asal Irlandia yang dijuluki “Stingy Jack” atau “Jack pelit” dipercaya oleh banyak masyarakat sebagai orang pertama yang menjadikan pengukiran wajah seram di buah labu sebagai sebuah tradisi. Menurut legenda yang beredar, Jack menipu Iblis untuk membayar minumannya. Kemudian, Jack menjebaknya dan merubahnya ke bentuk koin. Iblis pun akhirnya melakukan balas dendam terhadap Jack. Oleh karena itu, Jack yang pelit akhirnya berkeliaran di Bumi selamanya tanpa bisa masuk ke surga atau neraka. Akan tetapi, Jack memiliki batu bara yang menyala yang dia nyalakan dan tempatkan dalam sebuah lobak berukir. Lantas, terciptalah Jack-o-Lantern yang asli.

Hantu Abraham Lincoln di Gedung Putih

Selama bertahun-tahun, para Presiden, ibu negara, dan juga banyak anggota staf dalam Gedung Putih mengatakan bahwa mereka sering kali melihat atau merasakan kehadiran Abraham Lincoln. Seperti yang diketahui sebelumnya, Abraham Lincoln adalah Presiden Amerika Serikat ke-16 yang menjabat pada Maret 1861 hingga kematiannya yang terjadi pada April 1865 yang disebabkan oleh tembakan yang dilakukan oleh John Wilkes Booth.

Istri dari Presiden Amerika ke-30 Calvin Coolidge, yaitu Grace Coolidge, merupakan orang pertama yang mengatakan bahwa dia melihat hantu Abraham Lincoln. Coolidge mengatakan bahwa Presiden Amerika ke-16 tersebut terlihat sedang berdiri dekat jendela yang terdapat di kantor Oval. Postur Presiden tersebut terlihat bahwa dia sedang menggenggam tangannya di dalam, dan sedang memandang ke arah Potomac.

Mary Shelley Membawa Jantung Suaminya Yang Mati

Mary Shelley adalah seorang penulis buku Frankenstein yang dikenal akan kisah fiksinya yang sangat menakutkan. Akan tetapi, tidak banyak yang tahu mengenai rahasia gelap yang dimiliki oleh Shelley. Yaitu bagaimana suaminya, Percy, meninggal akibat tenggelam di usia 29 tahun ketika kapal yang dikendarainya terkena serangan badai pada Juli 1822.

Tubuh Percy dan para awak kapal lain ditemukan 10 hari setelah kejadian tersebut. Percy Shelley dan yang lainnya dikremasi. Akan tetapi, jantung Percy tidak terbakar sama sekali. Hal tersebut mungkin akibat adanya TBC dini dalam kehidupan awalnya. Oleh karena itu, Mary Shelley mengambil alih hak atas jantung suaminya yang sudah meninggal tersebut. Semenjak itu, banyak rumor yang mengatakan bahwa Mary Shelley selalu membawa jantung tersebut dalam tas satin miliknya.

4 Perayaan Halloween yang Sangat Unik dari Berbagai Negara

4 Negara Ini Merayakan Halloween dengan Cara Unik

Sebentar lagi perayaan Halloween akan tiba. Apakah Anda turut merayakannya? Hari yang identik dengan labu, kostum menyeramkan, berbagai jenis hantu, istilah trick or treat dan permen ini diperingati setiap akhir Oktober. Nah, ternyata setiap negara mempunyai cara tersendiri loh untuk merayakan hari tersebut. Penasaran? Yuk simak beberapa negara berikut melakukan perayaan Halloween dengan cara yang sangat unik!

Hari Drakula di Rumania

Mendengar nama drakula memberikan sensasi kengerian tersendiri di benak kita ya. Legenda masyarakat yang satu itu tergambar sebagai seseorang dengan jubah dan taring yang siap menggigit siapapun yang ditemuinya. Nah, di Rumania justru drakula ada hari perayaannya, loh!

Di Rumania, legenda dracula atau drakula memang sudah terkenal. Masyarakat dari berbagai belahan dunia datang ke negara tersebut untuk ikut merayakan Halloween di Kastil Bran, yang dianggap sebagai kastil Vlad dan drakula. Vlad III sendiri adalah Pangeran Wallachia, yang terdengar dengan julukan Vlad The Impaler atau si Penyula. Diketahui sosok Vlad III haus akan darah. Kastil ini dianggap pernah dikunjungi oleh Vlad, dan menjadi latar tempat dalam cerita novel Dracula.

Pangangaluluwa di Filipina

Sebenarnya acara yang satu ini bukan merupakan perayaan Halloween. Namun ini adalah tradisi yang terdapat di Filipina yang dikenal juga dengan All Saints’ Day atau Hari Semua Orang Kudus. Karena acara peringatan ini dilaksanakan pada tanggal 1 November, tradisi ini dikaitkan juga dengan perayaan Halloween yang jatuh pada 31 Oktober.

Orang-orang yang biasanya  mengenakan kostum, akan mengelilingi tempat tinggal dan mengunjungi rumah orang lain untuk bernyanyi dan memanjatkan doa. Doa ini diperuntukkan bagi orang-orang yang terperangkap dalam api suci.

Parade Halloween Kawasaki di Jepang

Masyarakat Jepang sangat suka berdandan dengan berbagai kostum yang lebih dikenal dengan cosplay. Sejak tahun 1996, setiap akhir bulan Oktober, orang-orang akan berkumpul di daerah Kawasaki dengan memakai kostum. Nah, orang yang mengikuti parade Halloween ini akan berdandan dengan berbagai tampilan yang khas dikenakan pada saat perayaan Halloween, terutama karakter yang menyeramkan. 

Meski demikian, tidak semua orang diperkenankan langsung mengikuti parade ini, loh! Kalau mau jadi bagian dari parade, kita harus mendaftar dari dua bulan sebelum perayaan.

Pchum Ben di Kamboja

Dari akhir September hingga pertengahan Oktober, umat Buddha di Kamboja berkumpul untuk merayakan Pchum Ben. Hari raya keagamaan ini bertujuan untuk mengingat orang yang sudah meninggal. Orang-orang yang mengikuti perayaan akan membawa makanan seperti ketan dan kacang-kacangan yang dibungkus dengan daun pisang. 

Kemudian ada rangkaian acara mengunjungi kuil untuk menyajikan bunga sebagai tanda penghormatan bagi para leluhur. Di waktu ini mereka turut merayakan hari untuk orang yang sudah tua. 

Nah, di beberapa negara lainnya, hari setelah perayaan Halloween, yaitu tanggal 1 November, memang dirayakan untuk All Saint’s Day. Sehingga di tanggal ini banyak orang di seluruh dunia terutama umat Katolik, merayakannya dengan mengunjungi makam leluhurnya untuk berdoa.

Budaya unik lainnya yang dilakukan masyarakat Jerman, semua pisau di rumah akan disembunyikan saat Halloween. Hal ini dilakukan agar arwah leluhur yang datang tidak terluka oleh keberadaan pisau ini. 

Ternyata banyak perayaan unik yang dilakukan oleh berbagai negara untuk Halloween ya. Setiap negara memiliki kesepakatan dan kebudayaan masing-masing untuk merayakan Halloween. Ada yang memakai kostum menyeramkan hingga mengadakan ritual tertentu yang bertujuan untuk menghormati roh para leluhur mereka. Seru sekali ya!