4 Perayaan Halloween yang Sangat Unik dari Berbagai Negara

4 Negara Ini Merayakan Halloween dengan Cara Unik

Sebentar lagi perayaan Halloween akan tiba. Apakah Anda turut merayakannya? Hari yang identik dengan labu, kostum menyeramkan, berbagai jenis hantu, istilah trick or treat dan permen ini diperingati setiap akhir Oktober. Nah, ternyata setiap negara mempunyai cara tersendiri loh untuk merayakan hari tersebut. Penasaran? Yuk simak beberapa negara berikut melakukan perayaan Halloween dengan cara yang sangat unik!

Hari Drakula di Rumania

Mendengar nama drakula memberikan sensasi kengerian tersendiri di benak kita ya. Legenda masyarakat yang satu itu tergambar sebagai seseorang dengan jubah dan taring yang siap menggigit siapapun yang ditemuinya. Nah, di Rumania justru drakula ada hari perayaannya, loh!

Di Rumania, legenda dracula atau drakula memang sudah terkenal. Masyarakat dari berbagai belahan dunia datang ke negara tersebut untuk ikut merayakan Halloween di Kastil Bran, yang dianggap sebagai kastil Vlad dan drakula. Vlad III sendiri adalah Pangeran Wallachia, yang terdengar dengan julukan Vlad The Impaler atau si Penyula. Diketahui sosok Vlad III haus akan darah. Kastil ini dianggap pernah dikunjungi oleh Vlad, dan menjadi latar tempat dalam cerita novel Dracula.

Pangangaluluwa di Filipina

Sebenarnya acara yang satu ini bukan merupakan perayaan Halloween. Namun ini adalah tradisi yang terdapat di Filipina yang dikenal juga dengan All Saints’ Day atau Hari Semua Orang Kudus. Karena acara peringatan ini dilaksanakan pada tanggal 1 November, tradisi ini dikaitkan juga dengan perayaan Halloween yang jatuh pada 31 Oktober.

Orang-orang yang biasanya  mengenakan kostum, akan mengelilingi tempat tinggal dan mengunjungi rumah orang lain untuk bernyanyi dan memanjatkan doa. Doa ini diperuntukkan bagi orang-orang yang terperangkap dalam api suci.

Parade Halloween Kawasaki di Jepang

Masyarakat Jepang sangat suka berdandan dengan berbagai kostum yang lebih dikenal dengan cosplay. Sejak tahun 1996, setiap akhir bulan Oktober, orang-orang akan berkumpul di daerah Kawasaki dengan memakai kostum. Nah, orang yang mengikuti parade Halloween ini akan berdandan dengan berbagai tampilan yang khas dikenakan pada saat perayaan Halloween, terutama karakter yang menyeramkan. 

Meski demikian, tidak semua orang diperkenankan langsung mengikuti parade ini, loh! Kalau mau jadi bagian dari parade, kita harus mendaftar dari dua bulan sebelum perayaan.

Pchum Ben di Kamboja

Dari akhir September hingga pertengahan Oktober, umat Buddha di Kamboja berkumpul untuk merayakan Pchum Ben. Hari raya keagamaan ini bertujuan untuk mengingat orang yang sudah meninggal. Orang-orang yang mengikuti perayaan akan membawa makanan seperti ketan dan kacang-kacangan yang dibungkus dengan daun pisang. 

Kemudian ada rangkaian acara mengunjungi kuil untuk menyajikan bunga sebagai tanda penghormatan bagi para leluhur. Di waktu ini mereka turut merayakan hari untuk orang yang sudah tua. 

Nah, di beberapa negara lainnya, hari setelah perayaan Halloween, yaitu tanggal 1 November, memang dirayakan untuk All Saint’s Day. Sehingga di tanggal ini banyak orang di seluruh dunia terutama umat Katolik, merayakannya dengan mengunjungi makam leluhurnya untuk berdoa.

Budaya unik lainnya yang dilakukan masyarakat Jerman, semua pisau di rumah akan disembunyikan saat Halloween. Hal ini dilakukan agar arwah leluhur yang datang tidak terluka oleh keberadaan pisau ini. 

Ternyata banyak perayaan unik yang dilakukan oleh berbagai negara untuk Halloween ya. Setiap negara memiliki kesepakatan dan kebudayaan masing-masing untuk merayakan Halloween. Ada yang memakai kostum menyeramkan hingga mengadakan ritual tertentu yang bertujuan untuk menghormati roh para leluhur mereka. Seru sekali ya!