Menengok Tradisi Pemakaman di Indonesia

Yang sudah diketahui olah banyak orang diluaran sana mengenai negara Indonesia sendiri ialah, menjadi negara yang memang sudah sangat kaya akan kebudayaan yang masih melekat di masyarakat sekitarnya. Dari banyaknya kebudayaan inilah yang menjadi setiap kebudayaan atau tradisi bisa berbeda-beda dari setiap daerah yang ada di Indonesia ini. dimulai dari adanya tradisi pada saat hari pernikahan, lalu adanya tradisi saat lahiran, sampai pada pemakaman pun melakukan sebuah tradisi yang cukuplah unik.

Mumifikasi pada suku Asmat Papua yang sudah fenomenal di Indonesia

Dari maslaa pemakaman inilah yang akan membuat kita menjelajahi beberapa daerah yang ada di Indonesia, dengan kepemilikan adanya sebuah tradisi yang cukuplah unik, dan bisa dikatakan menarik untuk bisa sedikit kita ulas mengenai tradisi kebduayaan pemakaman yang ada di beberapa daerah di Indonesia.

Kalau begitu langsung saja kalian simak lebih detail mengenai beberapa tradisi pemakaman unik , yang memang ada di Indonesia. Siapa tau aja kalian mau berkunjung ke daerah tersebut dan melihat tradisi pemakaman ini.

Tradisi Mepasah – Bali

Pasti kalian langsung berfikir ke upacara Ngaben bukan ?.. memang benar, ngaben menjadi sebuah tradisi pada pembakaran jenazah. Akan tetapi, masyarakat khususnya di desa Trunyan Bali ini memiliki sebuah tradisi yang mana unik bernama Mepasah.

pemakaman di Bali

Tradisi ini sendiri ialah membiarkan adanya mayat pada alam terbuka. Tidak memperbolehkan sembarang orang untuk dilakukannya upacara mepasah ini, hanya untuk orang yang meninggalnya wajar sajalah yang bisa menggunakan cara ini. yang membuat tradisi ini menjadi unik ialah, jenazahnya tidak mengeluarkan adanya bau walau hanya di biarkan di alam terbuka begitu saja.

Hal ini memang sudah di letakan begitu saja di dekat sebuah pohon bernama Taru Menyang. Pohonnya sendiri sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu dengan menyebarkan adanya bau wewangia  pada sekeliling tempat pohon tersebut berada. Selain jenazah diletakan di depan pohon tersebut, jenazah juga di berikan sebuah kurungan yang memiliki nama Ancak Saji  dengan bentukan segitiga. Tujuan utamanya si agar terhindar dari binatang buas yang ingin memakan jenazah tersebut. jenazah disini memang di biarkan nantinya untuk hancur secara alami yang mana, tulang belulangnya nanti akan di pindahkan setelah terpisah dari daging yang menempel pada tubuh jenazah tersebut.

Tradisi Kuburan Bayi di Pohon – Toraja

Daerah Toraja memang menjadi sebuah wilayah yang kaya sekali akan tradisi yang msitisnya. Dimana, salah satunya itu adalah memakamkan bayi di pohon. Hal ini sudahy di lakukan oleh masyarakat Kambira di kabupaten Tana Toraja yang memang sudah memiliki cara khusus dalam menguburkan bayi-bayi di sana. Rata-rata usia bayi yang memang berada di bawah 6 bulan ini akan langsung dimakamkan di dalam pohon bernama pohon taraa.

Pohon inilah yang dipilih untuk menguburkan bayi, pasalnya pohon ini memiliki banyak sekali getahh yang memang sudah dianggap sebagai salah satu pengganti dari air susu ibu. Nah, saat meninggal , masyarakat disana sudah menganggap adanya bayi tersebut dikembalikan kedalam rahim sang ibu.

Untuk bisa memakamkan adanya jenazah dari bayi-bayi di Toraja sana, maka pohon taraa sendiri harus bsia dilubangi dengan adanya diameter yang sesuai dengan ukuran si bayi. Dari sinilah si bayi akan diletakkan di dalam lubang pohon tanpa harus dilakukannya pembungkusan. Lubang nanti akan di tutup langsung dengan menggunakan Ijuk. Selain daripada itu, juga tidak adanya tercium bau dari si Pohon taraa ini.

Lokasi yang di gunakan agen sbobet untuk melakukan pemakaman bayi ini sendiri menjadi sebuah objek wisata yang cukup menarik perhatian sekali. Tempatnya di Baby Grave Kambira ini jadi banyak sekali di kunjungi oleh para wisatawan yang sekedar ingin melihat ada benar atau tidaknya pemakaman bayi di sana.

Tradisi Ma’ Nene – Toraja

Ini si menjadi sebuah ritual pemakaman yang sudah terkenal di Indonesia, tepatnya di Toraja. Ritualnya sendiri ialah untuk mengganti adanya pakaian mayat yang memang amsih di terapkan oleh masayarakat Tana Toraja sampai saat ini. jenazah yang ada di dandani langsung pada ritual ini yang memang sudah ada sejak usia puluhan tahun lamanya.

Tradisi pemakaman di Tana Toraja

Ma’ Nene sendiri  sudah menjadi sebuah monumen bagi seluruh keluarga untuk berkumpul. Sebisa mungkin untuk anggota keluarga yang ada di luar Tana Toraja pulang untuk bisa menghadiri adanya ritual ini. prosesi yang ada akan dilakukan dengan rasa suka cita dan dilarang keras untuk menunjukkan rasa berkabung.

Setelahnya nanti mayat tersebut terdandani, maka mayat akan langsung di bawa jalan mengitari desa mengikuti sebuah jalur yang sudah di buat oleh tetua adat yang ada. Setelah melakukan penuntunan mayat pada peristirahatan terakhir, lalu penduduk bisa mengorbankan adanya kerbau dan juga babi sebagai salah satu bentuk atas persembahan agar nantinya para arwah ini bisa berjalan bebas menuju surga.

Tradisi Mumifikasi – Papua

Tepatnya tradisi ini dilakukan oleh suku Asmat yang ada di Papua. Akan tetapi, hanya orang-orang tertentu juga yang bisa di mumifikasikan yakni adanya kepala suku atau juga orang-orang yang dianggap penting di suku asmat tersebut.

Proses dari mumifikasi ini memang dilakukannya dengan cara mengolesi langsung jenazah dengan memakai adanya ramuan alami yang kemudian jenazah ini diletakkan langsung diatas perapian. Hal ini sudah didasari langsung dengan adanya sebuah tujuan agar nanti jenazah yang terkena adanya asap sampai kulit yang ada di jasad ini bisa menghitam. Asapnya nantilah yang akan membantu sebuah proses dari mumifikasi. Oiya, dari tradisi ini yang sangatlah unik yakni dengan cara di di mumifikasikan pada posisi duduk.

Jenazah yang sekiranya sudah di mumifikasikan , maka akan di keluarkan ketika ada acara-acara penting yakni sebuah ritual adat.  Untuk mumi sendiri akan di dudukkan langsung dihadapan orang banyak pada acara tersebut. kegiatan ini dilakukan memang untuk bisa mengenang adanya jasa mereka.

Tradisi Rambu – Toraja

Yang mana prosesi pemakaman ini dinilai memakan banyak sekali biaya. Ritual dari pemakaman ini bisa dilaksanakan kapan saja , dimana keluarga memang sudah menyiapkan segalanya dalam prosesi pemakaman tersebut. selama adanya menyiapkan sebuah keperluan, jenazah akan di simpan di rumah dan juga nantinya akan dilakukan pengawetan. Sebelum sampai pada pelaksanaan dari rambu solo, jenazah masih dianggap sakit  atau hanya lemah saja.

Tradisi dengan biaya mahal di Tana Toraja

Perlu kalian ketahui juga, untuk bisa melakukan tradisi rambu solo ini , bagi seseorang yang memang telah meninggal tidak di tentukan. Sebab, biaya yang memang di keluarkan pada tradisi ini tidaklah bisa di tentukan. Dalam sebagian kasus, tidak sedikit juga beberapa jenazah yang dimakamkan setelah bertahun-tahun meninggal sampai puluhan tahun lamanya sampai benar-benar keluarga siap untuk melakukan tradisi rambu solo tersebut.

Memang benar memerlukan biaya banyak, sebab acara akan di lakukan selama beberapa hari, yang sebelumnya juga sudah keluarga akan menyelenggarakan acara pada adu kerbau. Lalu di susul dengan memotong kerbau dengan babi, pembangunan pada menara kayu, adanya arak-arakan dan masih banyak lagi proses pemakaman lainnya.