Apa Cuma Indonesia yang Punya Budaya Unik ?

Jika membahas negara Indonesia ini, tidak akan pernah habis mengulas banyaknya keberagaman budaya yang dimiliki oleh negara Indonesia ini. memang, Indonesia menjadi negara dengan sumbernya kebudayaan yang sangat banyak dan tidak cukup waktu jika di bahas satu persatu pada setiap daerahnya. Sudah terbukti, sekiranya ada 564 bahasa di daerah Indonesia ini. terhitung dari sensus yang dilakukan pada tahun 2010 lalu, sudah terdapat 1.340 suku bangsa Indonesia. Jumlah yang banyak bukan ?…

Jika sukunya saja sudah 1.340, lantas ada berapa ratus budaya yang sudah di miliki oleh negara Indonesia ?… pastinya banyak banget ya guys. Di lansir dari salah satu situs yakni ragamseni.com, memberikan beberapa budaya unik yang dimiliki oleh negara Indonesia. Dimana, kebudayaan ini harus di apresiasi dan harus kita banggakan. Maka dari itu, kita kenali sedikitnya beberapa budaya yang sudah di populerkan ke para wisatawan yang ada.

  • 1.1 Kebudayaan Debus
  • 1.2 Kebudayaan Karapan Sapi
  • 1.3 Kebudayaan Makepung
  • 1.4 Kebudayaan Kebo-keboan
  • 1.5 Kebudayaan Dugderan

Kebudayaan Unik Milik Bangsa Indonesia

1.1         Kebudayaan Debus

Siapa yang tidak mengenal dengan tradisi unik satu ini ? .. debus sendiri menjadi salah satu seni bela diri yang berasal dari wilayah Banten. Aksi dari bela diri ini sudah di percaya ada dari abad ke 16. Namun kala itu, debus ini sendiri menjadi sebuah kesenian hasil dari kombinasi suara serta adanya seni tari. Atraksinya sudah mulai berkembang sejak abad ke 18 yang mana, permainan ini sangatlah beragam.

Dimulai dari adanya atraksi pada tusuk menusuk bagian tubuh dengan benda-benda tajam, mengiris pisau ke tangan, menusuk bagian lidah, membakar diri ke api , memakan pecahan beling, dan beberapa hal ekstrim lainnya. debus sendiri juga sangat identik dengan adanya ilmu kekebalan, jadinya tidaklah aneh jika pemain debus ini kuat menahan kekebalan pada tubuhnya tersebut. bagi kalian yang ingin mencoba adanya atraksi debus ini, maka kalian harus berguru ke sang ahlinya yang sudah profesional.

1.2        Kebudayaan Karapan Sapi

Budaya unik ini memang sudah menaikan sebuah status sosial seseorang. Yang mana, karapan sapi ini sudah ada di kota Madura yang sudah memiliki adanya tanah yang kering dan bisa membuat sebuah masyarakat berpindah profesi dari seroang petani menjadi nelayan. Jika berbicara langsung mengenai profesi nelayan, masyarakat Madura juga bisa memanfaatkan adanya penghasiland ari laut sampai pada produksi garam yang sudah berkualitas. Makannya, membuat kota Madura ini sudah dikenal sebagai salah satu penghasilan garam terbesar di Indonesia.

Madura dengan Karapan Sapinya

Jika kalian sudah kembali langsung pada sebuah budaya masyarakat Madura, maka sudah hampir miriplah dengan Makepung. Akan tetapi, bedanya sendiri hanya ada sebuah trek race  yang hanya ada 100 meter dengan memiliki aturan permainan tidak sama seperti Makepung. Jika kalian ingin melihat sebuah pertunjukan pada setiap bulan Agustus ataupun September pada tiap tahunnya di Kota bernama Karesidenan.

1.3        Kebudayaan Makepung

Dari makepung ini sudah mengandung adanya arti dari Balapan Kerbau. Yang mana, tradisi ini sendiri sudah dilakukan oleh masyarakat di Bali dan untuk hiburan saja. Bagi masyarakat yang ada di Bali, binatang Kerbau menjadi sebua binatang yang sangatlah suci. Awalnya si tradisinya hanya dilakukan untuk bisa membajak sawah saja. Akan tetapi, dengan adanya perkembangan waktuu pun tradisi ini juga sudah banyak diminati bagi menarik para wisatawan asing. Sampai sudah dianggap di Bali pun menjadi tradisi tahunan daerah tersebut.

Tradisi yang sudah terjadi sejak tahun 1970an. Namun, karena waktu sudah berjalan adanya perkembangan dari tradisi tersebut. dulunya si hanya 1 kerbau saja, dan sekarang sudah menggunakan 3 kerbau. Jika dulunya joki sudah berbadan besar namun, saat ini haruslah berbadan kecil.

Aturan mainnya itu sendiri , adanya panjang arena race dengan ukuran 1-2 km. Pemenang juga tidak melihat adanya yang pertama sampai ke garis finish. Aturan yang lain juga, jika nantinya orang pertama dan juga orang kedua sudah mencapai garis finis ini kurang dari 10 meter. Dan nantinya orang kedua ini yang dianggap menjadi pemenangnya. Aneh si, tapi mau gimana lagi, orang ini sudah masuk tradisi. Jadi, tidak bisa di rubah ya guys ( ho’oh mana sempat, keburu telat wkwkwk ).

1.4        Kebudayaan Kebo-keboan

Selanjutnya main ke Banyuwangin, tepatnya di Desa Alasmalang dan juga Aliyan yang mana bisa kalian temui adanya kebo-keboaan. Ritual ini sendiri juga sudah di perkirakan ada dari abad ke 18 dan juga bisa langsung di selenggarakan sejak 1 hingga 10 pada bulan syura. Tujuan dari adanya dalam meminta hujan turun yang ada di tengah musim kemarau.

tradisi kebudayaan kebo-keboan

Upacaranya sendiri juga sudah biasanya di adakan yakni pada hari Minggu, terhitung sesuai adanya namanya. Ritual ini sendiri juga biasanya sudah mendandani orang menjadi seekor kerbau atau kebo. Mayoritasnya sendiri, rata-rata si kebanyakan lelaki. Namun, wanita juga memiliki sebuah tugas penting yakni tugasnya untuk bisa mempersiapkan adanya makanan serta sesajen yang diisi pada Tumpeng, Peras, Air Kendi, Kinang, ngkung Ayam, Aneka Jenang, lalu barang-barang seperti Bungkil, Cangkul, Pisang, Beras, Pitung Tawar, Kepala serta adanya bibit tanaman seperti padi.

Hal ini pun sudah di percaya untuk bisa menyelamatkan adanya beberapa ruas jalan yang ada di Desa Krajan, dalam melakukan trdisi kebo-keboan ini. ditambahkan langsung adanya musik tradisional, kebo-keboan ini akan melakukan hal sama seperti kerbau asli yang sedang membajak sawah. Bagi kalian selaku penonton, maka harus hati-hati, karena ada sebagian kebo-keboan ini yang tau-tau kesurupan dan menjadi sangat liar.

1.5        Kebudayaan Dugderan

Main-main lagi ke daerah Jawa, tepatnya di Semarang dimana sejak tahun 1881 Dugderan sudah menjadi salah satu tradisi di sana. Dugderan sendiri memang menjadi salah satu cara dalam mencurahkan adanya rasa rindu sejak bulan ramadhan atau pada saat bulan di seribu berkah. Kurang lebihnya dalam kurun waktu 1 hingga 2 minggu sebelum bulan Ramadhan tiba. Tradisi ini sendiri juga memang biasanya sudah diawali dengan adanya pasar rakyat. Maka dari itu, dilanjutlah dengan adanya cara dugderan yang mana telah di awali dari adanya acara karnaval yang memang sudah terdiri dari sebuah pasukan yakni Merah – Putih.

Selain dari itu juga di hadiri oleh barisan dari para pelajar, lalu barisan para pelajar, ada pun barisan putri bunga, ada juga dari aneka mobil hias, banyaknya pasukan yang berkuda, ada juga diisi oleh para Drumb Band hingga kereta kencana. Sampai yang membuat unik adanya replika hewan ataupun kesenian yang memang sudah menjadi kesenian khas daerah Semarang.

Itulah tadi sebagian budaya unik yang sering sekali di up ke beberapa media sampai ke para wisatawan yang datang ke Indonesia.